• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

arifsetiadi.com

Digital Marketing

Siap-Siap Aja Ketinggalan Kalau Bisnis Kamu Belum Punya Ini

September 29, 2025 by Arif S Leave a Comment

Di era digital yang bergerak super cepat ini, punya produk atau layanan yang bagus saja tidak cukup, banyak bisnis yang gagal scale-up atau bahkan kalah saing bukan karena kualitas, tapi karena mereka melewatkan dua aset digital krusial yaitu Website dan Branding Kit.

Jika Anda masih mengandalkan media sosial atau marketplace semata, anda mungkin sedang berdiri di tepi jurang ketertinggalan.

Marketplace hari ini makin ke sini makin ke sana, potongan dan komisi marketplace naik dan banyak kebijakan yang tidak jarang merugikan seller.

Mau tahu apa yang membuat bisnis Anda terlihat profesional, mudah ditemukan dan stand out di tengah keramaian? Jawabannya ada di bawah ini!

Website

Website bukan lagi sekadar pelengkap, di zaman serba online, website adalah wajah digital bisnis yang bisa diakses kapan saja dan dari mana saja.

Mengapa Bisnis Anda Wajib Punya Website?

A. Meningkatkan Kredibilitas dan Profesionalisme

Konsumen saat ini pintar, sebelum membeli, mereka akan mencari tahu tentang anda, bisnis yang memiliki website terlihat lebih profesional dan lebih tepercaya dibandingkan yang hanya mengandalkan akun media sosial.

Website menunjukkan bahwa Anda serius dengan bisnis anda dan memiliki alamat resmi di dunia maya.

B. Menjangkau Pasar Lebih Luas dan 24/7

Website bisa diakses oleh siapa saja, dari mana saja, kapan saja, ini adalah toko yang tidak pernah tutup, bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu.

Ditambah lagi dengan optimasi SEO (Search Engine Optimization) yang tepat, website Anda bisa muncul di halaman pertama Google, menjangkau calon pelanggan yang secara aktif mencari produk atau layanan anda.

Ini adalah peluang pasar global yang tidak bisa ditawarkan oleh toko fisik biasa.

C. Pusat Informasi Bisnis yang Lengkap

Di media sosial, informasi seringkali tenggelam. Di website, anda bisa menyediakan informasi lengkap dan terstruktur tentang:

  • Profil Perusahaan/Visi-Misi: Membangun cerita dan trust.
  • Katalog Produk/Layanan: Display dengan detail, harga, dan spesifikasi lengkap.
  • Testimoni & Portofolio: Bukti sosial yang meningkatkan kepercayaan.
  • Halaman Kontak & FAQ: Memudahkan pelanggan berkomunikasi dan menemukan solusi.
  • Blog: Sarana untuk Content Marketing dan meningkatkan traffic organik.

D. Kontrol Penuh Data dan Branding

Di platform pihak ketiga (seperti media sosial atau marketplace) anda terikat oleh aturan mereka.

Jika sewaktu-waktu platform tersebut berubah kebijakan, akun anda terblokir, atau bahkan hilang, bisnis anda bisa lumpuh total.

Website memberikan Anda kontrol penuh atas desain, data pelanggan (leads) dan keseluruhan pengalaman branding tanpa batasan.


Branding Kit (Logo, Brosur, Seragam)

Jika website adalah toko, maka Branding Kit adalah wajah dan kepribadian dari toko tersebut.

Branding kit adalah sekumpulan elemen visual dan non-visual yang memastikan bisnis Anda terlihat sama, terasa sama dan terdengar sama di mana pun ia berada.

Ini bukan sekadar “cuma logo dan warna” Ini adalah panduan identitas yang membedakan Anda dari pesaing dan membuat pelanggan langsung mengenali Anda.

Aset Branding Kit yang Wajib Dimiliki:

Aset KunciPeran dalam BisnisMengapa Penting?
LogoWajah utama bisnis dan elemen visual paling berkesan.Pengenalan Cepat. Membangun ingatan instan di benak konsumen.
Palet Warna & TipografiIdentitas visual yang konsisten.Konsistensi. Memastikan semua materi promosi (digital & cetak) memiliki vibe yang sama.
Brosur & Kartu NamaAlat pemasaran offline yang profesional.Kesan Pertama. Meninggalkan kesan profesional saat bertemu klien atau event.
Banner & KemasanVisual marketing di lokasi fisik atau produk.Meningkatkan Visibilitas. Membuat produk mudah dikenali di rak atau toko.
Seragam KaryawanRepresentasi merek yang berjalan (walking billboard).Membangun Tim & Kepercayaan. Menciptakan kesan kesatuan dan profesionalisme bagi pelanggan.

Mengapa Konsistensi Visual itu Sangat Penting?

1. Membangun Kepercayaan (Trust)

Konsistensi adalah kunci kepercayaan, ketika pelanggan melihat logo, warna dan gaya bahasa yang sama di website, media sosial, brosur, hingga seragam, mereka akan merasa bahwa bisnis Anda terorganisir, kredibel dan serius, Inkonsistensi justru akan menimbulkan keraguan.

2. Menciptakan Perbedaan (Diferensiasi)

Di pasar yang ramai, branding kit yang kuat membantu anda menonjol, logo yang unik, palet warna yang khas dan tone of voice yang konsisten akan menciptakan nilai merek yang berbeda dan lebih mudah diingat.

3. Loyalitas Pelanggan Jangka Panjang

Branding yang konsisten membangun hubungan emosional dengan pelanggan, mereka tidak hanya membeli produk, tapi membeli brand dan nilai yang Anda representasikan.

Hubungan ini yang akan mendorong loyalitas pelanggan dan menciptakan advokat merek (pelanggan yang merekomendasikan bisnis Anda).


Jangan Sampai Ketinggalan!

Kesuksesan bisnis di era modern tidak bisa ditawar lagi, bisnis yang akan bertahan dan berkembang adalah yang memanfaatkan teknologi digital secara optimal.

Website adalah rumah digital anda, tempat anda menanam kredibilitas dan menjangkau dunia, sementara Branding Kit adalah cermin identitas anda, memastikan Anda dikenali dan dipercaya.

Jadi, tunggu apa lagi? Jika bisnis Anda belum memiliki dua aset digital ini, saatnya bertindak! Jangan biarkan kompetitor Anda melangkah lebih jauh, ambil kendali atas identitas dan kehadiran digital Anda sekarang juga!

Butuh Jasa Pembuatan Website & Desain Branding Kit?

Kami siap membantu bisnis kamu tampil lebih profesional dengan:
โœ… Website modern & SEO-friendly
โœ… Logo yang unik & mudah diingat
โœ… Brosur & banner yang menarik perhatian
โœ… Seragam bisnis yang elegan dan konsisten

๐Ÿ“ฒ Hubungi kami sekarang juga melalui WhatsApp untuk konsultasi dan penawaran terbaik.

Filed Under: Digital Marketing

Apa Itu Marketing Funnel? Jangan Ngaku Marketer Kalau Belum Tau Ini

September 27, 2025 by Arif S Leave a Comment

Marketing Funnel adalah model yang menggambarkan perjalanan konsumen dari tahap pertama mengenal sebuah brand hingga akhirnya melakukan pembelian atau bahkan menjadi pelanggan setia.

Istilah funnel (corong) dipakai karena jumlah audiens di awal (awareness) jauh lebih banyak, namun semakin menyempit hingga hanya sebagian kecil yang benar-benar melakukan konversi (pembelian).

Konsep ini sangat penting dalam strategi pemasaran modern karena membantu bisnis memahami bagaimana konsumen membuat keputusan, sehingga bisa merancang strategi komunikasi dan promosi yang lebih efektif.

Apa Itu Marketing Funnel_ Jangan Ngaku Marketer Kalau Belum Tau Ini (2)

Tujuan Marketing Funnel

  1. Mengorganisir Strategi
    Memberikan kerangka kerja yang jelas untuk merencanakan dan melaksanakan kampanye pemasaran yang terstruktur.
  2. Mengidentifikasi Titik Kebocoran (Bottlenecks)
    Menemukan tahapan di mana calon pelanggan paling banyak keluar dari proses. Dengan mengetahui ini, bisnis dapat memperbaiki strategi di tahapan tersebut.
  3. Mengukur Kinerja (Kinerja)
    Memungkinkan pengukuran tingkat konversi (perubahan) dari satu tahap ke tahap berikutnya, sehingga efektivitas setiap upaya pemasaran dapat dinilai.
  4. Meningkatkan Konversi
    Dengan memberikan konten dan penawaran yang relevan di setiap tahap, bisnis dapat meningkatkan kemungkinan prospek untuk bergerak maju dan akhirnya membeli.

Metode yang Dipakai dalam Marketing Funnel

Beberapa metode dan model pemasaran yang umum digunakan untuk menjelaskan funnel antara lain:

Apa Itu Marketing Funnel_ Jangan Ngaku Marketer Kalau Belum Tau Ini

AIDA (Awareness, Interest, Desire, Action)

Model klasik yang fokus pada bagaimana audiens bergerak dari sekadar tahu hingga bertindak membeli.

Awareness โ†’ Konsumen menyadari adanya produk atau merek.
Interest โ†’ Timbul ketertarikan dan perhatian terhadap produk.
Desire โ†’ Muncul keinginan untuk memiliki atau mencoba.
Action โ†’ Konsumen akhirnya melakukan pembelian.

AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share)

Model yang lebih modern, relevan dengan era digital, menambahkan tahap Search (mencari informasi) dan Share (berbagi pengalaman).

Attention โ†’ Konsumen pertama kali melihat atau mendengar produk.
Interest โ†’ Timbul minat terhadap produk.
Search โ†’ Konsumen aktif mencari informasi tambahan (biasanya lewat internet).
Action โ†’ Keputusan pembelian dilakukan.
Share โ†’ Konsumen membagikan pengalaman mereka di media sosial atau rekomendasi pribadi.

Apa Itu Marketing Funnel_ Jangan Ngaku Marketer Kalau Belum Tau Ini
Apa Itu Marketing Funnel_ Jangan Ngaku Marketer Kalau Belum Tau Ini

TOFU, MOFU, BOFU (Top, Middle, Bottom of Funnel)

Model operasional yang digunakan tim pemasaran digital untuk mengelompokkan strategi konten.

Ini adalah bagian terluas dari corong, di mana audiens yang dijangkau sangat banyak, pada tahap ini, calon pelanggan mungkin baru menyadari bahwa mereka memiliki suatu masalah atau kebutuhan, tetapi mereka belum tentu mengetahui produk atau merek Anda sebagai solusinya.

TOFU (Top of the Funnel) – Tahap Kesadaran (Awareness)

Ini adalah bagian terluas dari corong, di mana audiens yang dijangkau sangat banyak. Pada tahap ini, calon pelanggan mungkin baru menyadari bahwa mereka memiliki suatu masalah atau kebutuhan, tetapi mereka belum tentu mengetahui produk atau merek Anda sebagai solusinya.

Tujuan Utama:

  • Membangun Awareness: Menarik perhatian audiens yang luas.
  • Edukasi Umum: Memberikan konten informatif yang berfokus pada masalah, bukan produk.

Ciri-ciri Konten TOFU:

  • Sangat Edukatif dan General: Tidak bersifat promosi atau hard-selling.
  • Mudah Dikonsumsi: Cepat dibaca/ditonton dan menarik untuk dibagikan.

Contoh Jenis Konten TOFU:

  • Blog Post (Artikel): “5 Tanda Anda Butuh Jasa Konsultan Keuangan”.
  • Infografis & Video Pendek: Statistik industri atau tips singkat.
  • Social Media Post: Konten yang viral dan shareable (mudah dibagikan).
  • Iklan Berbayar: Iklan yang bertujuan untuk mendorong traffic ke konten edukatif.

MOFU (Middle of the Funnel) – Tahap Pertimbangan (Consideration)

Calon pelanggan yang lolos dari TOFU telah diidentifikasi sebagai Leads (prospek) dan pindah ke MOFU. Mereka sudah mengetahui masalah yang mereka hadapi dan kini secara aktif mencari solusi serta membandingkan pilihan yang ada, termasuk solusi yang ditawarkan merek Anda.

Tujuan Utama:

  • Membangun Kepercayaan: Memposisikan merek Anda sebagai otoritas dan sumber solusi tepercaya.
  • Lead Nurturing: Memelihara prospek melalui komunikasi berkelanjutan (misalnya, email).
  • Menciptakan Desire: Mulai menunjukkan bagaimana solusi Anda lebih unggul.

Ciri-ciri Konten MOFU:

  • Spesifik dan Solutif: Fokus pada solusi dan bagaimana solusi itu bekerja.
  • Menawarkan Value Tinggi: Seringkali berupa konten premium yang bisa diunduh (untuk mendapatkan data kontak mereka).

Contoh Jenis Konten MOFU:

  • E-book atau Whitepaper: Panduan mendalam tentang satu topik.
  • Webinar atau Live Q&A: Sesi interaktif untuk membahas solusi.
  • Studi Kasus (Case Study): Menunjukkan bagaimana Anda membantu klien lain memecahkan masalah.
  • Email Drip Campaign: Urutan email yang memberikan value secara bertahap.
  • Comparison Guide: Panduan yang membandingkan berbagai jenis solusi (bukan hanya produk Anda).

BOFU (Bottom of the Funnel) – Tahap Keputusan (Decision/Conversion)

Ini adalah ujung corong yang mengerucut, diisi oleh Leads yang sudah sangat qualified (berkualitas) dan siap untuk melakukan pembelian. Mereka telah melakukan riset, membandingkan opsi, dan kini hanya membutuhkan dorongan dan bukti terakhir untuk memilih merek Anda.

Tujuan Utama:

  • Mendorong Konversi: Mengubah prospek menjadi pelanggan yang membayar.
  • Menghilangkan Keraguan: Memberikan bukti sosial dan jaminan.

Ciri-ciri Konten BOFU:

  • Berfokus pada Produk/Penawaran: Konten bersifat komersial dan sales-oriented.
  • Menciptakan Urgensi: Seringkali melibatkan penawaran, diskon, atau batasan waktu.

Contoh Jenis Konten BOFU:

  • Free Trial atau Demo Produk: Memungkinkan prospek mencoba langsung.
  • Testimoni & Review Pelanggan: Bukti sosial yang kuat dari pengguna nyata.
  • Penawaran Khusus/Diskon: Insentif untuk membeli sekarang.
  • Vendor Comparison: Perbandingan langsung produk Anda dengan kompetitor (dengan menyoroti keunggulan Anda).
  • Konsultasi Gratis: Pertemuan tatap muka atau virtual dengan tim penjualan.

Menghitung Konversi dan Matriks yang Digunakan

Keberhasilan Marketing Funnel diukur dengan tingkat konversi di setiap tahap.

Rumus Dasar Konversi Funnel

Contoh: Jika 10.000 orang melihat iklan Anda (Attention) dan 1.000 di antaranya mengklik (Interest/Search), maka konversi dari Attention ke Interest adalah: (1.000/10.000)ร—100%=10%

Beberapa metrik utama yang dipakai untuk mengukur kinerja funnel adalah:

Awareness Stage

  • Impressions
  • Reach
  • Website traffic
  • Engagement (like, comment, share)

Interest Stage

  • Click-Through Rate (CTR)
  • Bounce rate
  • Average session duration

Desire/Search Stage

  • Lead generation (form fill, subscribe)
  • Add-to-cart rate
  • Product page views

Action Stage

  • Conversion rate
  • Sales volume
  • Customer acquisition cost (CAC)

Share/Retention Stage

  • Net Promoter Score (NPS)
  • Customer lifetime value (CLV)
  • Repeat purchase rate
  • Social media shares & reviews

Contoh Aplikasi (Model AISAS)

TahapTindakan PemasaranMetriks yang Dilihat
AttentionMenjalankan Iklan video di YouTube dan Instagram.Impressions (1.000.000), Reach (500.000)
InterestIklan mengarahkan ke halaman blog dengan judul “5 Keterampilan yang Paling Dicari di Tahun 2024”.CTR (2%), Visitor ke blog (20.000)
SearchDi dalam blog, ditawarkan e-book gratis “Panduan Lengkap Menjadi Ahli Pemasaran Digital” (sebagai lead magnet).Lead Magnet Downloads (2.000), Conversion Rate Blog ke Download (10%)
ActionMengirimkan email berantai (nurturing sequence) kepada 2.000 lead, yang diakhiri dengan penawaran diskon 50% untuk kursus.Purchase Conversion Rate dari Lead (5%), Jumlah Pembelian (100)
ShareMendorong pelanggan baru untuk memberikan review di media sosial dengan hashtag khusus.NPS (8 dari 10), Jumlah Shares/Reviews

Marketing Funnel adalah alat strategis yang membantu bisnis memahami perilaku konsumen dari awal hingga pembelian.

Dengan model seperti AIDA dan AISAS, perusahaan dapat mengoptimalkan strategi pemasaran agar lebih efektif, terutama di era digital.

Menghitung konversi serta memantau metrik di setiap tahap funnel sangat penting untuk meningkatkan ROI dan memastikan strategi pemasaran berjalan dengan baik.

Filed Under: Digital Marketing

Tips memilih konsultan digital marketing untuk bisnis

September 26, 2025 by Arif S Leave a Comment

Ada banyak alasan mengapa pebisnis, baik dari skala kecil hingga perusahaan besar, memutuskan untuk menggunakan jasa konsultan digital marketing.

Keputusan ini biasanya didasari oleh kebutuhan untuk mencapai tujuan bisnis yang lebih besar, namun terkendala oleh keterbatasan sumber daya atau pengetahuan.

Memilih konsultan digital marketing yang tepat adalah langkah krusial untuk kesuksesan bisnis kamu di era digital.

Dengan banyaknya pilihan yang tersedia, kamu perlu selektif agar mendapatkan mitra yang benar-benar bisa membawa bisnis Anda ke level berikutnya.

Berikut adalah tips memilih konsultan digital marketing untuk bisnis

1. Pahami Kebutuhan dan Tujuan Bisnis Anda

Sebelum mencari konsultan, kenali dulu apa yang bisnismu butuhkan, apakah kamu ingin meningkatkan traffic website, membangun brand awareness di media sosial

atau fokus pada peningkatan penjualan?

Mengetahui tujuan yang jelas akan membantu kamu menemukan konsultan dengan spesialisasi yang relevan.

2. Pilih konsultan Digital Marketing yang berpengalaman

Cari konsultan yang berperngalaman, ini menunjukkan bahwa mereka memahami tantangan dan peluang spesifik di pasar.

Mintalah studi kasus dari proyek-proyek yang pernah mereka kerjakan, pelajari strategi yang mereka gunakan, hasil yang dicapai dan bagaimana mereka mengatasi masalah.

3. Tinjau Layanan yang Ditawarkan

Pilih konsultan digital marketing yang menawarkan berbagai layanan digital marketing (seperti SEO, SEM, content marketing, social media management, email marketing dan data analytics).

Layanan yang terintegrasi akan memastikan semua strategi berjalan sinergis , pastikan mereka tidak hanya menawarkan “jasa,” tetapi juga berorientasi pada hasil yang terukur (misalnya, peningkatan traffic, konversi atau ROI).

Konsultan Digital Marketing
Konsultan Digital Marketing

4. Kaji Keahlian dan Pendekatan Mereka

Konsultan digital marketing biasanya menganalisis target pasar, kompetitor, dan tren terbaru. Hasilnya, bisnis bisa menggunakan strategi yang lebih terarah, tidak asal coba dan lebih efisien.

Konsultan digital marketing memiliki pengetahuan mendalam tentang SEO, iklan berbayar (Google Ads, Meta Ads), social media marketing, content marketing, hingga email marketing.

Strategi digital marketing membutuhkan riset, uji coba dan monitoring yang konsisten, dengan menggunakan konsultan, pemilik bisnis bisa fokus mengurus operasional, sementara pemasaran digital ditangani oleh ahlinya.

Konsultan Digital Marketing
Konsultan Digital Marketing

Mengapa memilih Konsultan Digital Marketing yang tepat itu penting?

Orang mencari konsultan digital marketing karena ingin hasil yang lebih cepat, efisien dan terukur.

Dengan keahlian, pengalaman, serta strategi yang tepat, konsultan bisa menjadi mitra penting untuk pertumbuhan bisnis di era digital.

Filed Under: Digital Marketing

Apa itu SEO?

September 24, 2025 by Arif S Leave a Comment

SEO adalah kepanjangan dari Search Engine Optimization yaitu serangkaian teknik dan strategi untuk mengoptimalkan website agar lebih mudah ditemukan di mesin pencari seperti Google, Bing dan mesin pencari lainnya.

Tujuannya adalah meningkatkan peringkat website dan mendapat traffic yang lebih banyak, relevan dan berkualitas.

Sederhananya jika kamu menjual sepatu di Jakarta Selatan dan kamu paham tetntang SEO dan mengaplikasikan untuk website kamu, maka jika saya mencari di google “Sepatu di Jakarta Selatan” maka website kamu akan tampil teratas atau minimal halaman 1 di mesin pencari google.

Jenis-jenis SEO

Secara umum, SEO terbagi menjadi beberapa jenis:

On-Page SEO

Onpage SEO adalah aplikasi SEO yang dapat kamu lakukan di dalam situs web kamu sendiri untuk meningkatkan peringkat.

Contohnya kamu melakukan optimasi elemen-elemen seperti judul halaman (title tag), meta deskripsi, heading (H1, H2, dll.), kualitas konten, dan struktur URL.

Off-Page SEO

Offpage SEO adalah aplikasi SEO dari luar situs website kamu, tujuannya untuk meningkatkan otoritas website kamu, otoritas ini penting karena google memprioritaskan informasi dari website yang kredibel atau domain yang memiliki otoritas tinggi.

Contohnya seperti backlink building, social signals, brand mentions, kolaborasi dengan media/website lain.

Technical SEO

Technical SEO adalah aplikasi SEO yang lebih fokus ke aspek teknis agar website mudah diindeks crawler.

Contohnya seperti optimasi kecepatan website, mobile-friendly, struktur URL, sitemap, robots.txt, schema markup.

Local SEO

Local SEO adalah optimasi agar bisnis muncul di pencarian lokal (Google Maps / Google Business Profile).

Cocok untuk restoran, toko, klinik, dsb.

Content SEO

Optimasi kualitas konten agar relevan, bermanfaat, dan memenuhi intent pengguna.

Termasuk artikel blog, landing page, hingga multimedia.

Mobile SEO

Optimasi khusus agar website tampil sempurna di perangkat mobile.

Implementasi SEO

Berikut beberapa cara implementasi SEO yang bisa kamu terapkan untuk website kamu:

  1. Riset Keyword โ†’ gunakan tools (SEMrush, Ahrefs, Google Keyword Planner).
  2. Optimasi On-Page โ†’ perbaiki judul, meta description, heading, URL, internal link.
  3. Buat Konten Berkualitas โ†’ artikel, blog, landing page dengan fokus pada keyword.
  4. Bangun Backlink โ†’ guest post, PR digital, kolaborasi.
  5. Optimasi Teknis โ†’ pastikan website cepat, mobile-friendly, aman (HTTPS).
  6. Pantau & Analisis โ†’ gunakan tools untuk evaluasi hasil, lalu perbaiki strategi.

Faktor yang mempengaruhi SEO

  • Kualitas dan Relevansi Konten
    Konten harus informatif, unik dan menjawab pertanyaan atau kebutuhan pengguna. Konten yang dioptimalkan dengan kata kunci yang relevan akan lebih mudah ditemukan.
  • Otoritas Domain & Kualitas Backlink
    Tautan dari situs-situs terkemuka dan tepercaya ke situs Anda sangat penting. Mesin pencari menganggapnya sebagai indikasi otoritas dan kredibilitas.
  • Pengalaman Pengguna (User Experience – UX)
    Mesin pencari memperhatikan bagaimana pengguna berinteraksi dengan situs Anda. Metrik seperti tingkat pentalan (bounce rate) yang rendah, waktu yang dihabiskan di halaman (time on page) yang lama, dan navigasi yang mudah dapat meningkatkan peringkat.
  • Kecepatan Situs
    Situs yang lambat dapat menyebabkan pengguna frustrasi dan meninggalkannya, yang berdampak negatif pada peringkat.
  • Mobile-Friendliness
    Karena mayoritas pencarian dilakukan melalui perangkat seluler, memiliki situs yang responsif dan mudah digunakan di ponsel adalah suatu keharusan.

Tools populer yang digunakan praktisi SEO

  • Google Search Console
    Alat gratis dari Google untuk memantau performa situs Anda, mengidentifikasi masalah, dan melihat kata kunci yang mendatangkan traffic.
  • Google Analytics
    Digunakan untuk melacak dan menganalisis traffic situs web.
  • Ahrefs atau SEMrush
    Tools premium yang sangat kuat untuk riset kata kunci, analisis backlink, dan memantau peringkat kompetitor.
  • Yoast SEO atau Rank Math
    Plugin WordPress yang membantu mengoptimalkan elemen on-page secara langsung di platform Anda.

Apakah SEO Masih Relevan di Tahun 2025?

Ya, SEO masih sangat relevan di tahun 2025 dan akan terus menjadi relevan.

Algoritma mesin pencari memang terus berubah, tetapi prinsip dasarnya tetap sama yaitu memberikan hasil pencarian terbaik dan paling relevan bagi pengguna.

Dengan meningkatnya persaingan online, SEO menjadi lebih penting dari sebelumnya sebagai cara untuk memperoleh traffic organik yang berkelanjutan tanpa harus terus-menerus membayar iklan.

Fokus SEO saat ini lebih bergeser ke intent pengguna dan pengalaman pengguna yang luar biasa, bukan hanya sekadar memasukkan kata kunci.

Filed Under: Digital Marketing

Primary Sidebar

Recent Posts

  • Siap-Siap Aja Ketinggalan Kalau Bisnis Kamu Belum Punya Ini
  • Apa Itu Marketing Funnel? Jangan Ngaku Marketer Kalau Belum Tau Ini
  • Apa itu NLP?
  • Tips memilih konsultan digital marketing untuk bisnis
  • Apa itu SEO?

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • September 2025

Categories

  • Digital Marketing
  • Pemberdayaan Diri

Copyright © 2025 ยท Arif Setiadi